Selasa, 08 Mei 2012

Masih Sombong-kah Kita?

04.38 Posted by Unknown No comments
Sebelum menyombongkan diri, perhatikanlah gambar ini.



Gambar di atas menunjukkan besar Bumi (Earth) dibandingkan dengan planet2 yang ukurannya lebih kecil, yaitu : Venus, Mars, Mercurius, dan Pluto (yg sekarang sudah tidak digolongkan sebagai planet lagi).

Lalu, lihatlah gambar berikut ini.



Ini adalah Bumi dibandingkan dengan planet2 yang lebih besar, ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Lalu, perhatikan gambar perbandingan Bumi dibandingkan dengan Matahari (Sun) dibawah ini




Selanjutnya, lihatlah gambar berikutnya.



Ini adalah perbandingan antara Matahari dengan bintang Sirius, Pollux dan Arcturus. Apabila dibandingkan dengan Arcturus, Matahari saja sudah terlihat sangat kecil, apalagi Bumi.


Lalu sampai pada gambar di bawah ini.



Ini adalah gambar perbandingan bintang Arctrutus dengan bintang Antares. Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa (sebenarnya masih banyak yang lebih besar lagi dari Antares, tapi belum ada bukti dan bahkan satelit huble tercanggihpun belum bisa memotretnya).

Dengan perbandingan diatas, setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi, apalagi kita sebagai penghuninya. Terbayang jelas betapa jagat raya ini sangat besar dan sangat luas pada gambar skala-skala diatas. Bumi kita tidak kelihatan lagi di sini, bahkan matahari hanya sebesar debu.

Mari kita renungkan … Betapa kecilnya kita ditengah jagad raya ciptaan Sang Maha Pencipta. Layakkah kita sombong dihadapan-Nya?

Sangat... sangat tidak pantas manusia berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong terhadap sesama makhluk, apalagi berlaku sombong terhadap Penciptanya, Tuhan Yang Maha Besar

Sumber

Sabtu, 02 Mei 2009

Mengingat Singingi

10.00 Posted by Unknown 2 comments
Bagian Mana yang harus aku ingat dari pecahan kenangan kita??? (dengan tiga tanda tanya)
Apakah sepanjang jalan menuju Bukit Betabuh, dimana segala Gemuruh pernah kita Urai.

atau malam-malam kita di Lubuk Batu Kuda, puak para Pandu menautkan rindu daulunya.
berkisah tentang pucuk muda tunas kelapa yang sepanjang hayatnya sarat guna.
kita sama-sama mengidolakanya, waktu itu.
Mungkin kini pun masih. Dan nanti.

atau Serunai Kumpai, yang dulu kita lengkingkan diantara bulir-bulir Sri dan mata Tuai.
melengkapi senyum musim panen di seantero Pulau Mungkur.


dan mungkin di puncak Kabu-Kabu, dimana segala muda bertemu mudi, mendendangkan Kayat dan Randai,
memikat rantau untuk kembali ke Singingi...